The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Warisan Kerajaan di Jantung Ibukota yang Penuh Pesona dan Tantangan

perjalanan.id – Jakarta, kota yang tak pernah tidur, punya segudang cerita tersembunyi di balik gedung-gedung pencakar langitnya. Salah satunya adalah The Sultan Hotel & Residence Jakarta, sebuah landmark sejarah yang berdiri gagah sejak 1976. Berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, hotel ini bukan sekadar tempat menginap—ia adalah potret klasik Jakarta era 70-an, dengan sentuhan warisan Jawa yang mewah. Tapi di balik fasad vintage-nya yang memesona, hotel ini juga menghadapi tantangan modern: renovasi mendesak dan rumor penutupan yang sempat mengguncang tamu setianya. Mari kita telusuri kisahnya.

Sejarah: Lahir dari Visi Kerajaan di Tengah Hiruk-Pikuk Bisnis

Dibuka pada tahun 1976 sebagai bagian dari jaringan hotel internasional, The Sultan Hotel lahir dari ambisi membangun ikon kerajaan di pusat komersial Jakarta. Namanya sendiri terinspirasi dari nuansa sultan-sultan Jawa kuno, lengkap dengan desain interior yang memadukan elemen tradisional Indonesia seperti ukiran kayu dan motif batik halus. Hotel ini dirancang sebagai retret tenang di tengah kemacetan kota, dengan luas lahan mencapai 23 hektar taman tropis yang hijau subur—jarang ditemui di Jakarta yang padat.

Pada masanya, hotel ini menjadi favorit para pebisnis dan tamu internasional, terutama karena koneksinya langsung ke Jakarta Convention Centre (JCC). Tahun 1970-an dan 1980-an, The Sultan sering jadi tuan rumah konferensi besar, pesta pernikahan mewah, dan acara diplomatik. Bahkan, Sultan Hamengkubuwono X dari Yogyakarta pernah disebut-sebut sebagai tamu kehormatan, meski tak ada catatan resmi. Hingga kini, hotel ini mempertahankan aura “grand hotel Jakarta” era pra-globalisasi, dengan dekorasi 70-an yang kini jadi daya tarik nostalgia bagi wisatawan yang mencari autentisitas.

Namun, sejarahnya tak lepas dari drama. Pada akhir 2024, sempat beredar kabar bahwa hotel kehilangan hak lahan, membuat satu malam terakhirnya terasa seperti perpisahan pilu bagi tamu. Untungnya, manajemen dengan cepat membantah dan melanjutkan operasi, meski isu renovasi besar-besaran terus bergaung.

Lokasi: Pintu Gerbang ke Segala Kemudahan Jakarta

Alamatnya di Jl. Gatot Subroto RT.2/RW.1, Gelora, Tanah Abang, menjadikan The Sultan sebagai pusat sempurna bagi traveler. Hanya 5 menit jalan kaki ke JCC, 10 menit ke Gelora Bung Karno Stadium (GBK)—ideal untuk pecinta olahraga atau event besar. Tak jauh dari stasiun MRT Istora, hotel ini mudah diakses dari Bandara Soekarno-Hatta (45 menit berkendara) atau Halim Perdanakusuma (15 menit).

Sekitarnya? Surga bagi shopaholic: Senayan City dan Plaza Senayan hanya 25 menit berjalan kaki, sementara Pacific Place dan mal-mall mewah lainnya dekat sekali. Bagi yang suka kuliner, warung makanan pinggir jalan dan restoran internasional bertebaran di sekitar. Tambahan bonus: akses mudah ke kawasan hiburan seperti Senayan Golf Course dan Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukan seni. Lokasi ini dapat rating 8.6/10 dari pasangan wisatawan, menjadikannya pilihan top untuk trip romantis atau bisnis.

Fasilitas: Dari Kolam Renang Tropis Hingga Spa Kerajaan

Dengan klaim 5 bintang, The Sultan menawarkan 600+ kamar yang elegan, mulai dari tipe Superior (luas 32 m²) hingga Suite kerajaan dengan pemandangan taman. Setiap kamar dilengkapi AC, TV satelit layar datar, minibar, brankas, dan kamar mandi dengan shower air panas. Beberapa unit punya balkon menghadap taman hijau yang luas—seperti oasis di tengah beton Jakarta.

Fasilitas unggulan:

Untuk keluarga atau staycation panjang, Residences-nya punya apartemen dengan dapur mini—cocok untuk liburan berkepanjangan.

Ulasan Tamu: Pesona Vintage vs. Panggilan Renovasi

Dari 600+ ulasan di Planet of Hotels, rating rata-rata 4/5: “Lokasi sempurna untuk event JCC,” kata satu tamu. Staf seperti Nabila di resepsionis dan petugas malam sering dipuji atas keramahan mereka—”smooth check-in dan bantuan cepat,” tulis wisatawan di Trip.com. Atmosfer tenang dengan taman hijau dapat pujian tinggi, terutama dari pasangan yang beri skor 8.6 untuk lokasi romantis.

Tapi, tak luput kritik. Banyak tamu sebut hotel “perlu renovasi mayor” karena furnitur usang, karpet aus, dan masalah maintenance seperti bocor atap pas hujan atau ventilasi buruk yang picu alergi. “Klasik 70-an, tapi fasilitas lelah,” komentar satu ulasan di TripAdvisor. Makanan kadang “bland” (kurang berasa), dan tekanan air shower lemah. Di Kayak dan Expedia, rating 4.5/5, tapi saran: “Cek kondisi kamar dulu sebelum booking.”

Di era hotel modern seperti Ritz-Carlton atau Mandarin Oriental, The Sultan menawarkan sesuatu yang unik: rasa Jakarta asli, bukan tiruan global. Harganya terjangkau (mulai Rp 1,2 juta/malam di low season), dengan promo sering di Traveloka atau Expedia. Cocok untuk pebisnis (dekat kantor multinasional), keluarga (fasilitas anak lengkap), atau wisatawan yang ingin nostalgia.

Exit mobile version