Gion Matsuri, Festival Musim Panas Legendaris Kyoto yang Berusia Lebih dari 1.150 Tahun

perjalanan.id – Gion Matsuri adalah salah satu festival terbesar dan tertua di Jepang. Berlangsung sepanjang bulan Juli di Kyoto, festival ini terkenal dengan prosesi kereta hias raksasa (yamaboko), suasana malam yang meriah, serta akar sejarah yang dalam sebagai ritual penyucian.

Setiap tahun, Gion Matsuri menarik ratusan ribu pengunjung lokal maupun wisatawan internasional yang ingin merasakan atmosfer tradisional Jepang yang autentik.

Sejarah Singkat Gion Matsuri

Gion Matsuri berawal pada tahun 869 Masehi. Saat itu, wabah penyakit melanda Kyoto (yang saat itu masih bernama Heian-kyo). Kaisar memerintahkan digelarnya ritual penyucian untuk menenangkan roh-roh yang diyakini menyebabkan bencana. Sebanyak 66 tombak (halberd) didirikan mewakili 66 provinsi Jepang, dan doa dipanjatkan di Kuil Yasaka (dulu disebut Gion-sha).

Ritual tersebut kemudian menjadi tradisi tahunan sejak tahun 970. Meski sempat terhenti selama beberapa dekade akibat perang saudara pada abad ke-15, festival ini terus berlangsung hingga kini dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Rangkaian Acara Utama

Gion Matsuri berlangsung selama sebulan penuh, tetapi puncaknya terbagi menjadi dua bagian: Saki Matsuri (Festival Awal) dan Ato Matsuri (Festival Akhir).

1. Persiapan dan Pembangunan Float (awal hingga pertengahan Juli)
Masyarakat setempat mulai merakit kereta hias besar secara tradisional menggunakan tali, tanpa paku. Proses ini sendiri sudah menjadi atraksi menarik.

2. Yoiyama (Malam Sebelum Prosesi)

Pada malam-malam ini, jalanan di pusat kota ditutup untuk kendaraan. Lampion menyala, musik festival (Gion Bayashi) mengalun, dan banyak rumah tradisional membuka pintu untuk memamerkan harta benda keluarga seperti byobu (layar lipat). Suasana sangat meriah dengan banyak stan makanan.

3. Yamaboko Junko (Prosesi Kereta Hias)

Kereta hias terbagi menjadi dua jenis:

Prosesi berlangsung di sepanjang jalan utama seperti Shijo-dori, Kawaramachi-dori, dan Oike-dori.

4. Mikoshi Togyo
Pada sore hari 17 Juli, tiga mikoshi (kuil portabel) dari Kuil Yasaka diarak menuju tempat peristirahatan sementara. Pada 24 Juli, mikoshi dikembalikan ke kuil.

Daya Tarik Gion Matsuri

Tips Menikmati Gion Matsuri

Gion Matsuri bukan sekadar festival musim panas. Ia adalah perpaduan antara sejarah panjang, kepercayaan Shinto, seni tradisional, dan semangat komunitas Kyoto. Bagi siapa pun yang berkesempatan berada di Jepang pada bulan Juli, menyaksikan prosesi yamaboko atau sekadar berjalan di tengah suasana Yoiyama akan menjadi pengalaman budaya yang sulit dilupakan.

Exit mobile version