perjalanan.id – Cheese Rolling Festival adalah salah satu festival paling unik, ekstrem, dan berbahaya di dunia. Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di sebuah bukit curam di Gloucestershire, Inggris, untuk menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi aneh ini: mengejar keju yang digulirkan dari puncak bukit.
Festival yang digelar setiap tahun pada hari Senin Bank Holiday (akhir Mei) ini telah menjadi daya tarik wisata sekaligus warisan budaya lokal yang sangat dicintai — meski sering menuai kritik karena tingkat bahayanya.
Lokasi dan Tradisi
Festival ini berlangsung di Cooper’s Hill, sebuah bukit yang sangat curam dengan kemiringan mencapai 50 derajat. Peserta berdiri di puncak bukit, kemudian sebuah roda keju Double Gloucester (berat sekitar 3–4 kg) digulirkan ke bawah. Begitu keju mulai menggelinding, ratusan peserta langsung berlari mengejarnya dengan kecepatan tinggi.
Karena kemiringan bukit yang ekstrem, para peserta biasanya tidak berlari — melainkan jatuh, berguling, dan meluncur ke bawah bukit dengan cara yang tidak terkendali. Banyak yang mengalami luka-luka, patah tulang, gegar otak, hingga luka robek.
Pemenang adalah orang pertama yang melewati garis finish di dasar bukit. Hadiahnya adalah keju Double Gloucester yang digulirkan tersebut.
Sejarah Cheese Rolling
Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19, meskipun akarnya mungkin lebih tua lagi. Ada yang menyebut bahwa festival ini berasal dari ritual kuno untuk memastikan kesuburan tanah atau sebagai bentuk perlombaan musim semi.
Selama Perang Dunia II, festival sempat digantikan dengan gulungan kayu karena keju sulit didapat. Pada masa modern, festival ini sempat dibatalkan beberapa kali karena pandemi dan alasan keselamatan, tetapi selalu kembali digelar karena tuntutan masyarakat lokal.
Mengapa Orang Rela Berbahaya?
Bagi peserta, Cheese Rolling bukan hanya soal menang atau kalah. Ini adalah tentang keberanian, kegilaan, dan semangat komunitas. Banyak yang mengatakan bahwa sensasi meluncur turun bukit dengan kecepatan tinggi sambil mengejar keju adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Penonton pun datang dalam jumlah besar. Ribuan orang memadati lereng bukit untuk menyaksikan “pertunjukan” yang kacau dan penuh tawa ini.
Risiko dan Kontroversi
Cheese Rolling sering dikritik karena tingkat bahayanya. Setiap tahun selalu ada peserta yang mengalami cedera serius. Beberapa kasus bahkan memerlukan helikopter evakuasi.
Meski demikian, penyelenggara dan masyarakat setempat berargumen bahwa tradisi ini adalah bagian dari identitas Gloucestershire dan telah dilakukan selama ratusan tahun. Mereka juga telah meningkatkan pengamanan dengan menambah tim medis dan pembatas di area berbahaya.
Cheese Rolling di Masa Kini
Pada tahun 2026, festival ini kembali digelar dengan antusiasme tinggi. Ribuan wisatawan dari berbagai negara datang untuk menyaksikan atau bahkan ikut serta. Acara ini juga semakin dikenal di media sosial, dengan video-video viral yang menunjukkan peserta berguling-guling turun bukit.
Cheese Rolling Festival adalah contoh sempurna dari tradisi Inggris yang eksentrik, berani, dan penuh semangat. Meski berbahaya dan sering dikritik, festival ini tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya lokal yang unik.
