perjalanan.id – Di tengah hutan rawa Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah tanaman liar yang kini menjadi kebanggaan kuliner masyarakat Dayak. Namanya keripik kalakai (atau keripik kelakai), camilan renyah yang terbuat dari daun tanaman paku-pakuan liar. Camilan ini bukan hanya enak disantap sebagai oleh-oleh, tetapi juga menyimpan berbagai khasiat kesehatan.
Keripik Kalakai merupakan salah satu makanan tradisional khas Kalimantan Tengah, terutama dari wilayah Kapuas dan sekitar Palangka Raya. Tanaman kalakai (Stenochlaena palustris) adalah jenis pakis yang tumbuh subur di area rawa-rawa dan hutan basah. Daun mudanya yang dipilih untuk dibuat keripik memiliki tekstur lembut namun renyah setelah digoreng.
Rasa dan Cara Pembuatan
Keripik Kalakai memiliki rasa gurih dengan sedikit aroma khas tanaman pakis. Teksturnya sangat kriuk, mirip seperti keripik tempe atau keripik sayur tempura. Banyak yang menggambarkannya sebagai “daun tempura” karena cara penyajiannya yang dicelup ke adonan tepung lalu digoreng hingga keemasan.
Bahan utama yang biasa digunakan:
- Daun kalakai muda (1-2 ikat)
- Tepung beras
- Tepung terigu atau tapioka
- Telur
- Bumbu sederhana: bawang putih, garam, kaldu bubuk, dan kadang kunyit untuk warna
Cara membuatnya relatif sederhana. Daun kalakai dicuci bersih, kemudian dicelupkan ke adonan tepung yang sudah dibumbui. Setelah itu digoreng dengan minyak panas hingga renyah. Beberapa produsen lokal juga membuat varian rasa, seperti original gurih, pedas, bahkan manis meskipun varian gurih tetap yang paling populer.
Manfaat Kesehatan dari Keripik Kalakai
Selain enak, keripik ini juga dipercaya memiliki manfaat karena berasal dari tanaman kalakai yang kaya nutrisi. Daun kalakai mengandung:
- Zat besi (baik untuk menambah darah)
- Serat
- Vitamin A
- Antioksidan
Masyarakat Dayak secara turun-temurun percaya bahwa kalakai dapat membantu meredakan diare, melancarkan peredaran darah, serta menjaga keremajaan kulit (awet muda). Meski masih perlu penelitian ilmiah lebih lanjut, kandungan nutrisi alaminya membuat keripik ini sering disebut sebagai camilan sehat dibandingkan snack kemasan biasa.
Harga dan Ketersediaan
Keripik Kalakai biasanya dijual dalam kemasan kecil (sekitar 100 gram) dengan harga Rp10.000 – Rp20.000. Harga bisa lebih mahal jika dibeli dalam kemasan oleh-oleh premium atau dikirim ke luar Kalimantan.
Camilan ini sangat mudah ditemukan di pasar tradisional Palangka Raya, toko oleh-oleh di Bandara Tjilik Riwut, atau di Kabupaten Kapuas. Bahkan kini sudah banyak dijual secara online melalui marketplace, sehingga masyarakat di luar Kalimantan pun bisa mencobanya.
Potensi sebagai Oleh-oleh dan Usaha
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Tengah, keripik kalakai hampir selalu masuk dalam daftar oleh-oleh wajib. Selain rasanya yang unik, kemasannya yang ringan membuatnya praktis dibawa pulang. Beberapa UMKM lokal juga mengembangkan produk turunan seperti stik kalakai dan keripik dengan varian bumbu baru untuk menarik pasar yang lebih luas.
Keripik Kalakai menjadi bukti bagaimana masyarakat Dayak memanfaatkan kekayaan alam secara bijak — mengubah tanaman liar menjadi camilan bernilai ekonomi dan bergizi.
