perjalanan.id – Apakah Anda pernah menikmati Danish pastry yang renyah, berlapis butter, dan manis legit? Di Denmark, kue lezat ini dikenal dengan nama Wienerbrød (dibaca: vi-ner-brød), yang secara harfiah berarti “roti dari Wina”. Meski populer di seluruh dunia sebagai “Danish”, asal-usulnya justru menyimpan cerita menarik tentang pertukaran budaya di Eropa.
Asal-Usul Sejarah Wienerbrød
Pada tahun 1850, para tukang roti di Denmark melakukan pemogokan besar-besaran. Pemilik toko roti pun terpaksa merekrut pekerja dari luar negeri, termasuk banyak tukang roti asal Austria. Para tukang roti Austria ini membawa teknik lamination (melipat adonan dengan butter berulang kali) yang khas dari Wina.
Teknik Viennese ini kemudian diadopsi dan dimodifikasi oleh tukang roti Denmark. Mereka menambahkan lebih banyak telur dan lemak, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kaya dan lembut. Karena berasal dari Wina (Wien), kue ini dinamai Wienerbrød. Ironisnya, di Austria sendiri, kue serupa disebut “Kopenhagener” sebagai penghormatan kepada Kopenhagen.
Ciri Khas Wienerbrød
Wienerbrød termasuk dalam keluarga viennoiserie — adonan manis beragi yang dilaminasi seperti croissant, tetapi lebih kaya dan biasanya diisi. Ciri utamanya:
- Tekstur — Berlapis-lapis yang renyah di luar, lembut dan buttery di dalam.
- Isian — Beragam, mulai dari remonce (campuran butter, gula, dan kayu manis), custard, marzipan, selai buah (apel, ceri, raspberry), krim keju, hingga cokelat.
- Bentuk — Bervariasi: bulat dengan lubang di tengah (Spandauer), kepang (kringle), segitiga, atau bentuk lainnya.
- Topping — Sering dihiasi icing gula, almond slice, atau pearl sugar.
Di Denmark, Wienerbrød biasa dinikmati sebagai sarapan atau hygge (waktu santai) bersama kopi.
Variasi Populer
- Spandauer — Bentuk persegi dengan isian custard di tengah, sering disebut “mata tukang roti yang buruk” karena tampilannya.
- Tebirkes — Dengan biji poppy di atasnya.
- Kringle — Bentuk kepang besar, populer sebagai kue pesta.
- Wienerbrød dengan buah — Menggunakan apel segar atau selai prune.
Cara Menikmati dan Resep Sederhana
Wienerbrød paling enak dimakan segar pada hari yang sama. Di Indonesia, Anda bisa mencoba membuatnya di rumah atau mencari di bakery Eropa-style.
Bahan Dasar Adonan (ringkasan):
- Tepung terigu kuat, ragi, susu, telur, gula, dan butter dingin dalam jumlah banyak untuk laminasi.
Proses pembuatannya memang memakan waktu karena harus dilipat dan didinginkan berulang kali (sekitar 3-4 kali lipatan), tapi hasilnya sangat memuaskan. Banyak resep modern menggunakan metode cepat dengan food processor untuk memudahkan.
Wienerbrød di Indonesia
Meski bukan makanan lokal, Wienerbrød semakin mudah ditemukan di kafe-kafe premium, supermarket besar, atau bakery artisan di Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya. Rasanya yang buttery dan manis cocok dengan selera Indonesia yang suka kue-kue Eropa.
Wienerbrød adalah bukti indah bagaimana satu teknik dari Austria bisa bertransformasi menjadi kebanggaan kuliner Denmark. Setiap gigitan membawa cerita tentang kreativitas, adaptasi, dan kelezatan yang melintasi batas negara. Jika Anda penggemar pastry, cobalah Wienerbrød asli atau buat sendiri di rumah untuk merasakan hygge versi Denmark.
