LoungeBuddy, Aplikasi Pencari dan Pemesan Lounge Bandara yang Revolusioner (Kini Telah Berakhir)

perjalanan.id – LoungeBuddy pernah menjadi aplikasi dan platform web terdepan untuk traveler yang ingin mengakses lounge bandara premium di seluruh dunia. Diluncurkan pada 2013, LoungeBuddy memungkinkan pengguna mencari, membandingkan, dan memesan akses lounge satu kali (day pass) tanpa perlu status elite, membership Priority Pass, atau tiket kelas bisnis. Aplikasi ini terkenal karena fitur pintar yang menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kartu kredit, status frequent flyer, atau lokasi bandara. Namun, setelah diakuisisi American Express pada 2019, LoungeBuddy resmi ditutup: app iOS pada Juli 2024 dan website pada 30 Januari 2025. Meski berakhir, warisannya tetap menginspirasi alternatif baru di era lounge access semakin demokratis.

Sejarah dan Inovasi LoungeBuddy

LoungeBuddy didirikan oleh Tyler Dikman di San Francisco dengan misi membuat lounge bandara accessible untuk semua traveler, bukan hanya elite. Awalnya, app ini gratis untuk cari lounge berdasarkan airport, dengan opsi beli day pass mulai $25-75 (hanya dengan kartu Amex).

Fitur unggulan:

Puncak popularitas pada 2017-2021, sering direkomendasikan traveler karena mudah dan transparan.

Akuisisi oleh American Express dan Akhir Era LoungeBuddy

Pada Maret 2019, American Express mengakuisisi LoungeBuddy untuk integrasi dengan Global Lounge Collection (Centurion, Priority Pass). Awalnya positif—tambah info lounge di app Amex—tapi lambat laun fitur booking day pass dibatasi hanya Amex cardholder.

Di 2024-2025, Amex putuskan tutup total: App iOS hilang Juli 2024, website pensiun Januari 2025. Alasan resmi tidak diungkap, tapi spekulasi karena overlap dengan Priority Pass (milik Collinson, partner Amex) dan fokus Amex ke lounge sendiri.

Alternatif LoungeBuddy di 2025

Dengan LoungeBuddy hilang, traveler punya opsi baru:

Untuk beli day pass: Plaza Premium atau lounge individual sering jual langsung via website.

Warisan LoungeBuddy bagi Traveler

LoungeBuddy buka pintu lounge untuk non-elite, dorong kompetisi harga day pass, dan tingkatkan standar info lounge. Meski berakhir, ia ubah cara traveler akses comfort di bandara—dari guessing jadi planning mudah.

Di 2025, dengan lounge semakin crowded karena kartu kredit premium, alternatif seperti LoungeReview isi kekosongan. Bagi frequent flyer, LoungeBuddy tetap dikenang sebagai pionir yang buat airport lebih nyaman. Selamat tinggal LoungeBuddy—terima kasih atas kemudahannya!

Exit mobile version