Sate Kelinci, Kuliner Khas Lembang yang Unik

perjalanan.id – Di tengah udara sejuk Lembang, Bandung Barat, sate kelinci menjadi salah satu makanan khas daerah yang menarik perhatian wisatawan. Berbeda dari sate ayam atau kambing yang lebih umum, sate kelinci menawarkan cita rasa khas dengan tekstur daging yang lembut dan rendah lemak. Kuliner ini populer di kawasan wisata Lembang, terutama di sekitar Jalan Raya Lembang dan pasar tradisional, menjadikannya daya tarik bagi pencinta petualangan kuliner.
Sate kelinci dibuat dari daging kelinci segar yang dipotong kecil, ditusuk dengan bambu, lalu dibakar di atas arang. Sebelumnya, daging direndam dalam bumbu rempah seperti bawang putih, ketumbar, dan kecap manis, memberikan rasa gurih yang meresap. Biasanya disajikan dengan lontong, sambal kacang, dan irisan bawang merah, sate ini terasa ringan namun mengenyangkan. Satu porsi, yang terdiri dari 10 tusuk, dijual sekitar Rp 25.000 hingga Rp 35.000, tergantung lokasi.
Menurut peternak lokal, kelinci dipilih karena dagingnya kaya protein, rendah kolesterol, dan mudah dibudidayakan di daerah pegunungan seperti Lembang. Kuliner ini mulai dikenal sejak puluhan tahun lalu, ketika warga memanfaatkan kelinci sebagai alternatif daging yang ekonomis. Pengalaman wisatawan yang mencobanya sering memuji kelembutan dagingnya, meski beberapa awalnya ragu karena kelinci lebih dikenal sebagai hewan peliharaan.
Untuk menikmati sate kelinci autentik, kunjungi warung-warung di Lembang seperti dekat Floating Market atau kawasan peternakan kelinci lokal. Informasi ini didukung oleh cerita warga dan ulasan pelancong di platform wisata terpercaya. Jika Anda berkunjung ke Bandung, jangan lewatkan kuliner unik iniāsate kelinci adalah perpaduan sempurna antara tradisi, rasa, dan keberanian mencoba sesuatu yang baru!