Bubur Ikan, Sarapan Hangat yang Menghangatkan Jiwa dari Pesisir Indonesia
perjalanan.id – Di antara hiruk-pikuk kota-kota pelabuhan Indonesia, ada satu hidangan sederhana yang selalu berhasil membangunkan selera pagi: bubur ikan. Bukan bubur ayam yang sudah terkenal di mana-mana, tapi bubur lembut yang disandingkan dengan potongan ikan segar atau ikan asin, kuah bening beraroma jahe, dan taburan bawang goreng renyah. Hidangan ini adalah warisan kuliner pesisir yang kini mulai naik kelas, dari penjaja keliling di tepi dermaga sampai restoran kekinian di Jakarta dan Bali.
Asal Usul dan Daerah Penyanyi
Bubur ikan adalah “saudara” dari bubur khas Tionghoa (congee) yang bertemu dengan kekayaan laut Nusantara. Versi paling legendaris berasal dari tiga daerah:
- Bubur Ikan Kuching – Pontianak, Kalimantan Barat Paling terkenal dan sering disebut sebagai “nomor satu di Indonesia”. Menggunakan ikan haruan (gabus) atau tenggiri segar, kuahnya bening dengan aroma jahe dan daun ketumbar. Sudah ada sejak era 1970-an, dijual oleh pedagang Tio Ciu di Jalan Patimura. Kini generasi ketiga masih mempertahankan resep asli.
- Bubur Ikan Kayu Arang – Semarang Lokasi di Kayu Arang (dekat Pasar Johar) ini sudah buka sejak 1950-an. Pakai ikan manyung (sejenis ikan laut) yang diasap dulu, sehingga kuahnya punya aroma smoky khas. Buburnya lebih kental, mirip bubur Sum-Sum.
- Bubur Ikan Belah Doeren – Makassar Bubur putih polos disajikan terpisah dengan mangkuk ikan bandeng goreng atau ikan bolu (ikan asin) yang diiris tipis. Kuahnya pakai air rebusan ikan bandeng, ditambah sambal dabu-dabu dan perasan jeruk nipis.
Selain tiga besar itu, versi mini juga ada di Jakarta (Bubur Ikan Ahuae Glodok), Medan, Palembang, dan bahkan Manado dengan ikan cakalang fufu.
Ciri Khas Bubur Ikan yang Bikin Ketagihan
- Buburnya lebih encer daripada bubur ayam, hampir seperti sup kental.
- Ikan segar (tenggiri, kakap, gabus) atau ikan asin/ikan asap yang direbus terpisah agar tidak amis.
- Kuah bening berbumbu jahe, bawang putih, dan sedikit merica — hangat di perut, cocok untuk sarapan.
- Pelengkap wajib: bawang goreng, daun bawang, seledri, kecap ikan, sambal, dan jeruk nipis.
- Tekstur kontras: bubur lembut + ikan kenyal + bawang goreng kriuk.
Resep Bubur Ikan Pontianak (4 porsi)
Bahan bubur:
- 150 g beras, cuci bersih
- 1,5 liter air kaldu ikan (dari kepala ikan)
- 1 sdt garam
Bahan ikan:
- 400 g fillet ikan tenggiri/gabus, potong 2×2 cm
- 2 siung bawang putih, geprek
- 3 cm jahe, memarkan
- 1 sdt garam, ½ sdt merica
Pelengkap:
- Bawang goreng, daun bawang, seledri, kecap ikan, jeruk nipis, sambal rawit rebus
Cara membuat:
- Rebus beras dengan air kaldu ikan sampai menjadi bubur (sekitar 60–90 menit), aduk sesekali agar tidak gosong.
- Tumis bawang putih dan jahe sampai harum, masukkan ikan, tambah sedikit air, garam, merica. Masak sampai ikan matang (5–7 menit).
- Sajikan bubur panas dalam mangkuk, beri potongan ikan dan sedikit kuahnya.
- Taburi bawang goreng, daun bawang, seledri. Beri kecap ikan dan perasan jeruk nipis secukupnya.
Tempat Legendaris yang Wajib Dicoba (2025)
- Bubur Ikan Kuching – Jl. Patimura, Pontianak (buka 06.00–10.00, Rp 25.000/porsi)
- Bubur Ikan Kayu Arang – Semarang (buka 05.30–sold out, Rp 20.000)
- Bubur Ikan Ahuae – Glodok, Jakarta (versi halal, Rp 35.000)
- Bubur Ikan Mang Dayat – Muara Angke, Jakarta Utara (pakai ikan kerapu segar)
Bubur ikan adalah comfort food yang sederhana tapi penuh cerita: cerita para nelayan yang pulang subuh, cerita pedagang keliling di dermaga, dan cerita kita yang membutuhkan sesuatu yang hangat di pagi hari. Kalau suatu saat Anda lewat kota pelabuhan dan mencium aroma jahe bercampur ikan segar, berhentilah. Itu pertanda ada semangkuk kebahagiaan sedang menunggu Anda. Selamat mencoba, dan selamat menikmati kehangatan pagi ala pesisir Indonesia!