Hoi An Ancient Town, Kota Tua yang Memikat dengan Sejarah dan Cahaya Lentera

Hoi An Ancient Town, Kota Tua yang Memikat dengan Sejarah dan Cahaya Lentera
  • PublishedOctober 25, 2026

perjalanan.id – Hoi An Ancient Town di Vietnam Tengah adalah salah satu destinasi paling ikonik di Asia Tenggara. Kota tua yang terletak di tepi Sungai Thu Bon, Provinsi Quang Nam, ini berhasil mempertahankan wajahnya sebagai pelabuhan dagang bersejarah dari abad ke-15 hingga ke-19. Berkat kelestariannya yang luar biasa, Hoi An ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1999.

Sejarah Singkat

Pada masa kejayaannya, Hoi An menjadi pelabuhan perdagangan internasional yang ramai. Pedagang dari Cina, Jepang, Belanda, Portugal, India, dan berbagai wilayah Asia Tenggara datang ke sini untuk berdagang sutra, rempah-rempah, keramik, dan barang-barang berharga lainnya.

Keberhasilan Hoi An justru datang dari “kemundurannya”. Pada akhir abad ke-19, sungai mulai dangkal karena sedimentasi, sehingga pelabuhan utama bergeser ke Da Nang. Akibatnya, pembangunan modern jarang menyentuh kota ini, dan banyak bangunan kayu serta struktur tradisional berhasil bertahan hingga sekarang.

Keunikan Arsitektur

Hoi An mencerminkan perpaduan budaya yang unik. Di sini Anda akan menemukan:

  • Japanese Covered Bridge (Chùa Cầu)
    Jembatan beratap yang dibangun sekitar tahun 1593 oleh komunitas pedagang Jepang. Jembatan ini menjadi simbol kota dan bahkan muncul di uang kertas 20.000 dong Vietnam.
  • Assembly Halls (Hội Quán)
    Balai pertemuan komunitas Cina, seperti Fujian Assembly Hall, yang dihiasi dengan ukiran dan patung-patung indah.
  • Rumah-rumah shophouse berwarna kuning oker
    Bangunan kayu dengan dinding bata yang khas, banyak di antaranya masih dihuni atau dijadikan museum, toko, dan kafe.

Terdapat lebih dari 1.100 bangunan bersejarah di kawasan inti yang dilindungi UNESCO.

Daya Tarik Utama

Hoi An paling terkenal dengan suasana malamnya. Saat matahari terbenam, ribuan lentera berwarna-warni dinyalakan di sepanjang jalan dan di atas sungai, menciptakan pemandangan yang magis. Setiap bulan purnama, kota mengadakan Festival Lentera di mana lampu listrik dimatikan dan digantikan oleh cahaya lentera tradisional.

Selain itu, pengunjung dapat:

  • Berjalan kaki atau bersepeda menyusuri gang-gang sempit
  • Menyaksikan kerajinan lokal seperti pembuatan lentera dan jahit pakaian custom
  • Mencicipi kuliner khas seperti Cao Lầu, Bánh Mì Hoi An, dan seafood segar
  • Naik perahu di Sungai Thu Bon sambil melepas lentera

Tips Berkunjung

  • Waktu terbaik: pagi hari untuk suasana tenang, atau sore hingga malam untuk menikmati lentera.
  • Kawasan inti relatif bebas kendaraan bermotor, sehingga nyaman untuk berjalan kaki.
  • Tiket masuk ke sejumlah bangunan bersejarah biasanya digabung dalam satu tiket.
  • Hindari musim hujan lebat (sekitar September–November) karena risiko banjir.

Hoi An Ancient Town bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah potret hidup tentang bagaimana perdagangan internasional di masa lalu membentuk budaya, arsitektur, dan cara hidup masyarakat. Dengan suasana yang tenang di siang hari dan magis di malam hari, Hoi An berhasil memikat hati jutaan wisatawan dari seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *