Close

Chai Kue, Kudapan Tradisional Teochew yang Menggoda Selera

Chai Kue, Kudapan Tradisional Teochew yang Menggoda Selera
  • PublishedAugust 30, 2025

perjalanan.id – Chai Kue, atau sering disebut Chai Kuih, adalah kudapan tradisional khas Teochew dan Hakka yang populer di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Kudapan ini terdiri dari adonan kulit tipis yang tembus pandang dengan isian sayuran yang gurih, dikukus hingga mencapai tekstur lembut dan kenyal. Dikenal karena perpaduan tekstur kulit yang chewy dan isian yang sedikit renyah, Chai Kue menjadi favorit sebagai camilan sehat atau hidangan pembuka.

Asal-Usul dan Makna Budaya

Chai Kue berakar dari tradisi kuliner Teochew dan Hakka, dua kelompok etnis Tionghoa yang dikenal dengan masakan sederhana namun kaya rasa. Nama “Chai Kue” berasal dari dialek Teochew, di mana chai berarti sayuran dan kue merujuk pada kue atau makanan berbahan tepung. Kudapan ini sering dikaitkan dengan nostalgia, mengingatkan banyak orang pada masakan rumahan atau pasar tradisional di Malaysia dan Singapura, terutama di daerah seperti Penang yang memiliki komunitas Teochew yang kuat.

Chai Kue bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya. Di Malaysia, kudapan ini sering disajikan pada acara keluarga atau festival Tionghoa, melambangkan kesederhanaan dan kebersamaan. Madam Lim Seok Moy, seorang penjual Chai Kue di Ampang, Malaysia, misalnya, telah meneruskan resep keluarga selama beberapa generasi, menjaga cita rasa otentik hingga kini.

Bahan dan Proses Pembuatan

Kunci kelezatan Chai Kue terletak pada kulitnya yang tipis, kenyal, dan tembus pandang, serta isian yang kaya rasa. Berikut adalah komponen utama dan langkah pembuatannya berdasarkan resep tradisional:

Bahan Kulit

  • Tepung gandum (wheat starch): Memberikan tekstur tembus pandang dan kenyal. Penting untuk tidak menggantinya dengan tepung maizena, karena hasilnya akan berbeda.

  • Tepung tapioka: Menambah elastisitas pada kulit.

  • Tepung beras ketan (opsional): Digunakan untuk tekstur yang lebih kenyal, meskipun membuat kulit kurang transparan.

  • Air mendidih: Rahasia kulit yang lembut adalah penggunaan air mendidih untuk mengikat adonan.

  • Minyak sayur: Ditambahkan untuk mencegah adonan lengket dan memberikan kilau pada kulit.

Contoh Resep Kulit (untuk 12 buah, adaptasi dari):

  • 125 g tepung gandum (tung min flour)

  • 50 g tepung tapioka

  • 40 g tepung beras ketan

  • 1/4 sdt garam

  • 275 ml air mendidih

  • 1 sdm minyak sayur

Bahan Isian

Isian Chai Kue biasanya menggunakan sayuran dengan tambahan udang kering untuk rasa umami. Varian isian yang populer meliputi:

  • Sengkuang (jicama/yam bean): Memberikan tekstur renyah dan rasa manis alami.

  • Wortel: Menambah warna dan sedikit kemanisan.

  • Daun kucai (garlic chives): Digunakan dalam varian Ku Chai Kue, memberikan aroma khas bawang.

  • Jamur shiitake atau jamur kuping: Menambah tekstur dan rasa gurih.

  • Udang kering: Direndam dan dicincang untuk menambah rasa umami.

  • Bawang putih dan bawang merah: Digoreng hingga harum sebagai dasar isian.

Contoh Resep Isian (adaptasi dari):

  • 1 sengkuang ukuran sedang, dipotong tipis atau diparut

  • 1 wortel kecil, dipotong tipis

  • 100 g udang kering, direndam 15 menit dan dicincang

  • 100 g daging cincang (opsional, ayam atau babi)

  • 2 sdm minyak sayur

  • Bumbu: 1 sdm saus tiram, garam, merica, gula secukupnya

Langkah Pembuatan

  1. Membuat Isian: Panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang merah, dan udang kering hingga harum. Tambahkan sengkuang, wortel, dan bumbu, lalu masak hingga sayuran lunak dan kering untuk mencegah isian basah. Dinginkan sebelum digunakan.

  2. Membuat Kulit: Campur tepung gandum, tapioka, dan garam. Tuang air mendidih perlahan sambil diaduk hingga membentuk adonan kasar. Tambahkan minyak, uleni hingga halus, dan diamkan selama 15-30 menit.

  3. Membentuk Kulit: Bagi adonan menjadi bola-bola kecil, giling tipis menjadi lingkaran berdiameter 7-8 cm.

  4. Mengisi dan Membentuk: Letakkan 1 sdm isian di tengah kulit, lipat, dan cubit pinggirannya hingga membentuk pola daun atau setengah lingkaran. Untuk pemula, gunakan isian lebih sedikit agar kulit tidak robek.

  5. Mengukus: Olesi nampan kukus dengan minyak atau lapisi kertas roti untuk mencegah lengket. Kukus Chai Kue selama 10-12 menit hingga kulit menjadi transparan. Setelah dikukus, olesi permukaan dengan minyak bawang untuk kilau dan tekstur lembut.

  6. Penyajian: Sajikan hangat dengan saus sambal manis atau saus cabai Lingham’s.

Varian dan Inovasi

Chai Kue memiliki beberapa varian berdasarkan isian dan cara pengolahan:

  • Ku Chai Kue: Menggunakan daun kucai dan udang kering sebagai isian utama, sering disebut Teochew Chive Dumplings.

  • Chai Pao: Varian Indonesia dengan kulit berwarna oranye dari ubi jalar, memberikan tampilan unik.

  • Chai Kue Goreng: Setelah dikukus, beberapa Chai Kue digoreng hingga renyah, menawarkan tekstur berbeda.

  • Inovasi Modern: Beberapa penjual, seperti di Ampang, Malaysia, menggunakan pola daun yang lebih estetis dibandingkan bentuk bulat tradisional untuk menarik pelanggan.

Daya Tarik dan Tips

Chai Kue disukai karena teksturnya yang unik, sehat (karena dikukus), dan cocok untuk vegetarian jika tidak menggunakan udang kering atau daging. Berikut beberapa tips untuk hasil terbaik:

  • Jaga Kekeringan Isian: Pastikan isian tidak terlalu basah untuk mencegah kulit robek.

  • Gunakan Air Mendidih: Ini penting untuk menghasilkan kulit yang kenyal dan tidak mengeras setelah dingin.

  • Olesi Minyak: Oleskan minyak pada nampan dan kulit setelah dikukus untuk mencegah lengket dan menambah kilau.

  • Penyimpanan: Chai Kue dapat disimpan di kulkas selama 1-2 hari atau dibekukan setelah dikukus. Kukus kembali sebelum disajikan untuk mempertahankan rasa.

Pengalaman dan Popularitas

Chai Kue sangat populer di pasar tradisional dan kedai kopi di Penang, Malaysia, di mana komunitas Teochew kuat. Banyak pelanggan memuji tekstur kulit yang lembut namun tidak lengket di gigi, serta isian yang renyah dan gurih. Namun, beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kulit yang robek jika terlalu tipis atau isian berlebihan, serta kesulitan mencapai tekstur transparan tanpa pengalaman.

Di Indonesia, Chai Kue dikenal sebagai camilan sehat yang sering ditemukan di restoran Tionghoa atau pasar. Varian lokal seperti Chai Pao dengan kulit ubi jalar menambah variasi warna dan rasa. Popularitasnya juga didorong oleh kesederhanaan bahan dan kemudahan adaptasi untuk berbagai selera.

Chai Kue adalah bukti bahwa makanan sederhana bisa menjadi luar biasa dengan teknik dan bahan yang tepat. Dengan kulitnya yang kenyal dan tembus pandang serta isian yang kaya rasa, kudapan ini menawarkan pengalaman kuliner yang autentik dan nostalgik. Baik dinikmati sebagai camilan ringan atau hidangan utama, Chai Kue tetap menjadi warisan kuliner Teochew dan Hakka yang patut dilestarikan. Cobalah membuatnya di rumah dengan resep di atas, atau kunjungi pasar tradisional di Penang atau Ampang untuk merasakan cita rasa aslinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *