The House in the Clouds, Rumah Unik yang Seolah Mengambang di Atas Pohon

The House in the Clouds, Rumah Unik yang Seolah Mengambang di Atas Pohon
  • PublishedSeptember 16, 2026

perjalanan.id – Di desa pesisir Thorpeness, Suffolk, Inggris, berdiri sebuah bangunan yang langsung menarik perhatian siapa saja yang melintas. Namanya The House in the Clouds. Dari kejauhan, bangunan ini terlihat seperti sebuah cottage kayu yang tersangkut di antara pepohonan, seolah mengambang di awan. Padahal, sejarahnya jauh lebih praktis sekaligus unik.

Awalnya adalah Menara Air

The House in the Clouds dibangun pada tahun 1923. Pada masa itu, desa Thorpeness membutuhkan penampungan air yang memadai. Sebuah menara air pun didirikan untuk menampung air yang dipompa dari kincir angin Thorpeness Windmill di dekatnya.

Namun, penampilan menara air biasa dianggap terlalu mencolok dan tidak selaras dengan gaya arsitektur desa yang cenderung bergaya mock-Tudor dan Jacobean. Glencairn Stuart Ogilvie, pendiri desa Thorpeness, kemudian memutuskan untuk menyamarkan tangki air tersebut. Bersama arsitek F. Forbes Glennie, ia merancang bagian atas menara agar menyerupai sebuah rumah kayu.

Awalnya bangunan ini disebut “The Gazebo”. Namun, seorang penulis buku anak-anak, Mrs. Malcolm Mason, memberinya nama “The House in the Clouds”. Nama itulah yang kemudian melekat hingga sekarang.

Dari Penampung Air Menjadi Rumah

Pada masa awal, tangki air di bagian atas memiliki kapasitas 50.000 gallon (sekitar 227.000 liter). Di bawahnya terdapat ruang hunian. Selama Perang Dunia II, bangunan ini sempat terkena tembakan senjata antipesawat, sehingga kapasitas tangki berkurang menjadi 30.000 gallon setelah diperbaiki.

Pada tahun 1977, Thorpeness terhubung dengan sistem air utama, sehingga fungsi menara air tidak lagi diperlukan. Tangki air kemudian dilepas pada 1979, dan ruang di bagian atas diubah menjadi area hunian tambahan. Sejak saat itu, bangunan ini sepenuhnya berfungsi sebagai rumah.

Kini The House in the Clouds memiliki lima kamar tidur, beberapa kamar mandi, ruang makan, ruang duduk, serta ruang besar di lantai paling atas yang dulunya menjadi lokasi tangki air. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus menaiki sekitar 67 hingga 85 anak tangga. Tingginya sekitar 70 kaki atau 21 meter.

Kini Jadi Akomodasi Liburan Unik

Saat ini The House in the Clouds dapat disewa sebagai akomodasi liburan self-catering. Pengunjung bisa menikmati pemandangan spektakuler ke arah pantai Suffolk, pedesaan, lapangan golf, hingga danau buatan The Meare di dekatnya.

Bangunan ini sangat cocok untuk liburan keluarga atau kelompok karena kapasitasnya yang cukup besar. Suasana di dalamnya terasa unik: bagian bawah menyerupai cottage klasik, sementara ruang paling atas menawarkan panorama luas yang jarang ditemukan di hunian biasa.

Daya Tarik dan Statusnya

The House in the Clouds telah menjadi salah satu landmark terkenal di Suffolk. Bangunan ini mendapat status Grade II Listed Building sejak 1995, yang berarti dilindungi karena nilai sejarah dan arsitekturnya. Selain itu, tempat ini beberapa kali tampil di program televisi Inggris yang membahas rumah-rumah unik dan properti tepi laut.

Desa Thorpeness sendiri memang dirancang dengan konsep semi-fantasi pada awal abad ke-20, terinspirasi sebagian oleh dunia Peter Pan. Keberadaan The House in the Clouds semakin memperkuat kesan dongeng di kawasan tersebut.

The House in the Clouds adalah contoh menarik bagaimana fungsi praktis bisa digabungkan dengan imajinasi arsitektur. Dari sekadar menara air yang dianggap kurang menarik, bangunan ini berubah menjadi salah satu rumah paling ikonik di Inggris.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi menginap di “rumah di atas awan” sambil menikmati pemandangan pesisir Suffolk, The House in the Clouds menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari akomodasi biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *