Benteng Marlborough, Jejak Kolonial Inggris di Tanah Bengkulu

Benteng Marlborough, Jejak Kolonial Inggris di Tanah Bengkulu
  • PublishedJune 6, 2026

perjalanan.id – Benteng Marlborough adalah salah satu benteng peninggalan kolonial Inggris terbesar dan paling terawat di Indonesia. Terletak di pusat Kota Bengkulu, benteng ini menjadi ikon sejarah sekaligus destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu.

Dibangun pada abad ke-18, Benteng Marlborough menyimpan banyak kisah tentang perebutan kekuasaan antara Inggris dan Belanda di wilayah Sumatera.

Sejarah Pendirian

Benteng Marlborough dibangun oleh British East India Company pada tahun 1713–1719. Pembangunannya dipimpin oleh Gubernur Joseph Collet. Nama “Marlborough” diambil dari Duke of Marlborough, seorang panglima perang Inggris yang terkenal.

Tujuan utama pembangunan benteng ini adalah untuk melindungi kepentingan dagang Inggris, terutama monopoli perdagangan lada hitam (pepper) yang saat itu sangat berharga. Bengkulu menjadi basis penting Inggris di Asia Tenggara sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda melalui Perjanjian London tahun 1824.

Arsitektur dan Ciri Khas

Benteng ini dibangun dengan gaya Star Fort (benteng berbentuk bintang) yang khas milik Inggris. Beberapa ciri menonjolnya meliputi:

  • Dinding tebal dari batu bata merah setinggi sekitar 8–10 meter
  • Parit pertahanan (moat) yang mengelilingi benteng
  • Meriam-meriam kuno yang masih terpasang di posisi strategis
  • Bangunan di dalam benteng yang dulunya berfungsi sebagai kantor administrasi, gudang rempah, penjara, dan kediaman pejabat
  • Posisi yang strategis menghadap langsung ke Pantai Bengkulu

Salah satu bagian paling terkenal adalah ruang tahanan bawah tanah yang pernah digunakan untuk mengasingkan para pejuang kemerdekaan, termasuk Ir. Soekarno pada tahun 1938–1941.

Signifikansi Sejarah

Benteng Marlborough bukan hanya simbol kekuasaan kolonial, tetapi juga saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia. Di sinilah Soekarno menghabiskan masa pengasingannya sambil terus menyebarkan semangat nasionalisme kepada masyarakat Bengkulu.

Kondisi Saat Ini

Saat ini Benteng Marlborough dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bengkulu sebagai museum terbuka. Pengunjung dapat menjelajahi hampir seluruh area benteng, melihat koleksi artefak, meriam, dan ruangan bersejarah. Suasana di sekitar benteng juga sangat cocok untuk fotografi, terutama saat matahari terbit dan terbenam.

Tips Berkunjung

  • Waktu Terbaik: Pagi hari (pukul 08.00–10.00) atau sore hari menjelang sunset
  • Tiket Masuk: Rp 10.000 – Rp 20.000 (wisatawan domestik)
  • Durasi Kunjungan: 1 hingga 2 jam
  • Fasilitas: Tersedia area parkir, toilet, dan pemandu wisata
  • Rekomendasi: Datanglah saat cuaca cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dengan maksimal

Benteng Marlborough adalah bukti nyata bagaimana sejarah kolonial meninggalkan jejak arsitektur yang megah di Indonesia. Bagi pecinta sejarah, wisatawan, dan fotografer, benteng ini menawarkan kombinasi yang menarik antara nilai sejarah, arsitektur, dan keindahan alam pantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *