Angeun Lada, Sup Pedas Beraroma Khas Pandeglang yang Jarang Terlupakan

perjalanan.id – Angeun Lada adalah sup hangat bercita rasa pedas dan gurih yang berasal dari Pandeglang, Banten. Kata “Angeun” berarti sayur berkuah, sementara “Lada” merujuk pada sensasi pedas yang menjadi ciri utama hidangan ini. Dihidangkan pada momen penting seperti Idul Fitri, perayaan khitanan, atau selamatan, Angeun Lada bukan sekadar kuliner, melainkan bagian dari tradisi dan kebersamaan komunitas lokal.
Saya pernah mencicipinya di warung sederhana dekat alun-alun Pandeglang dalam suasana berkumpul keluarga. Semangkuk kuah merah pekat hadir dengan potongan daging sapi dan irisan sayuran lokal, mengeluarkan aroma kulantro yang unik. Kulantro, atau yang dikenal sebagai walang, memiliki aroma kuat dan rasa menyegarkan yang langsung terasa begitu sup ini diseruput. Sensasi rempahnya begitu mendalam, meninggalkan rasa hangat hingga ke tulang, sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin atau seusai aktivitas seharian.
Keahlian memasak Angeun Lada tercermin dari teknik tradisional dan pemilihan bahan lokal, mulai dari pemakaian sayuran segar hingga bumbu khas seperti kulantro yang jarang digunakan di masakan modern. Komunitas Banten, termasuk Badan Pelestarian Budaya, terus mendorong promosi Angeun Lada melalui kompetisi memasak saat festival budaya seperti Surosowan, menjadikannya semakin diakui secara resmi.
Dalam segi kepercayaan, banyak warga yang meyakini hidangan ini mampu menghangatkan tubuh sekaligus menjadi simbol keramahtamahan. Setiap suapan menyiratkan nilai kebersamaan, terutama ketika disajikan bersama ketupat dan keluarga besar. Angeun Lada menghadirkan pengalaman yang autentik, memperlihatkan keahlian kuliner tradisional, memiliki otoritas dari penyelenggara budaya lokal, dan dipercaya turun-temurun sebagai hidangan penuh cinta.