Belgian Waffles, Ikon Kuliner Belgia yang Menggoda Selera

Belgian Waffles, Ikon Kuliner Belgia yang Menggoda Selera
  • PublishedJanuary 9, 2026

perjalanan.id – Belgian waffles atau wafel Belgia adalah salah satu makanan penutup paling ikonik dari Belgia, yang dikenal dengan teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam. Berbeda dengan wafel Amerika yang sering disajikan dengan sirup maple, wafel Belgia asli lebih berfokus pada rasa alami dan topping sederhana. Di Belgia sendiri, wafel ini dibagi menjadi dua jenis utama: Brussels waffle dan Liège waffle, yang masing-masing memiliki karakteristik unik dan sejarah panjang.

Sejarah Singkat Belgian Waffles

Asal-usul wafel bisa ditelusuri hingga Abad Pertengahan di Eropa, di mana adonan sederhana dari tepung dan air dipanggang di antara plat besi panas. Namun, wafel modern Belgia mulai berkembang pada abad ke-18. Legenda menyebutkan bahwa Liège waffle diciptakan oleh koki Pangeran Liège yang menambahkan gula mutiara (pearl sugar) untuk menciptakan rasa manis karamel.

Sementara itu, Brussels waffle menjadi terkenal di Expo 1958 di Brussels. Wafel Belgia meledak popularitasnya di dunia internasional saat diperkenalkan di World’s Fair New York 1964 oleh Maurice Vermersch, yang menamainya “Bel-Gem Waffle” sebelum diganti menjadi Belgian Waffle karena banyak orang Amerika tidak tahu Brussels adalah ibu kota Belgia.

Dua Jenis Utama: Brussels vs Liège

Belgia memiliki dua varian wafel yang sering membingungkan orang luar, tapi sangat berbeda:

  • Brussels Waffle (Gaufre de Bruxelles): Ringan, renyah, dan berbentuk persegi panjang dengan lubang-lubang besar (biasanya 20 lubang). Dibuat dari adonan cair yang mengandung ragi atau putih telur kocok, sehingga teksturnya airy dan crunchy. Rasanya netral dengan hint vanilla, cocok ditopping stroberi, whipped cream, cokelat, atau es krim. Biasanya disajikan hangat sebagai dessert.
  • Liège Waffle (Gaufre de Liège): Lebih padat, chewy, dan manis alami berkat gula mutiara yang karamel saat dipanggang. Adonannya mirip brioche (roti manis), berbentuk oval dengan tepi tidak rata. Teksturnya kaya butter dan sering dinikmati polos sebagai camilan jalanan, tanpa topping berlebih.

Perbedaan utama: Brussels lebih ringan dan untuk topping, sementara Liège lebih kaya dan manis sendiri.

Cara Menikmati dan Resep Sederhana

Di Belgia, wafel sering dijual di gerobak jalanan – Liège untuk camilan cepat, Brussels untuk hidangan lengkap. Di luar negeri, “Belgian waffle” sering merujuk pada versi Brussels dengan topping berlimpah.

Untuk membuat di rumah (versi Brussels sederhana):

  • Bahan: 250g tepung, 2 sdt ragi instan, 400ml susu hangat, 2 telur (pisah kuning-putih), 100g butter leleh, gula, vanilla.
  • Campur adonan, diamkan hingga mengembang, kocok putih telur hingga kaku, panggang di waffle iron panas.

Belgian waffles bukan hanya makanan, tapi warisan budaya yang menggabungkan tradisi dan inovasi. Jika berkunjung ke Belgia, coba kedua jenisnya untuk rasakan perbedaannya secara langsung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *