Close

Black Pudding, Si Hitam Legendaris yang Bikin Orang Takut… Sebelum Mencicipi

Black Pudding, Si Hitam Legendaris yang Bikin Orang Takut… Sebelum Mencicipi
  • PublishedNovember 29, 2025

perjalanan.id – Kalau kamu pernah jalan-jalan ke pasar tradisional Inggris, Irlandia, atau Skotlandia, pasti pernah lihat benda bulat hitam pekat yang dipajang di etalase tukang daging. Bentuknya seperti sosis besar, warnanya gelap menyeramkan, dan kalau ditanya “itu apa?”, jawabannya sering bikin orang Indonesia langsung mundur tiga langkah:

“Ini black pudding, darl. Terbuat dari darah babi.”

Ya, black pudding adalah sosis darah. Tapi jangan buru-buru mual dulu. Makanan yang satu ini sudah berusia ribuan tahun, dihormati sebagai “superfood” di Eropa Utara, dan bahkan masuk daftar UNESCO Intangible Cultural Heritage di beberapa negara.

Apa Sebenarnya Black Pudding Itu?

Secara sederhana:

  • Bahan utama: darah babi (kadang domba atau sapi) yang masih segar
  • Pengental: oatmeal atau barley (bukan tepung biasa)
  • Lemak babi (fat/back fat)
  • Bumbu: bawang, garam, lada, marjoram, thyme, pennyroyal
  • Dibungkus usus alami atau sintetik, lalu direbus perlahan

Hasilnya? Tekstur padat tapi lembut, rasa gurih-fermentasi yang dalam, sedikit manis dari oatmeal, dan aftertaste besi yang khas (itu darahnya, bro).

Sejarah: Dari Zaman Sparta Sampai Breakfast Inggris

Makanan berbahan darah sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Dalam buku Apicius (abad ke-4 M), sudah ada resep sosis darah Romawi yang disebut “botulus niger”. Bangsa Spartan juga terkenal makan sup darah hitam sebelum perang.

Tapi black pudding yang kita kenal sekarang lahir di Eropa Utara:

  • Irlandia & Skotlandia menganggapnya makanan pokok kelas pekerja (murah, bergizi, tahan lama)
  • Di Inggris, ia jadi bagian wajib “full English breakfast” bersama bacon, egg, dan baked beans
  • Di Prancis ada versi halusnya yang disebut boudin noir, sering disajang dengan apel karamel

Kenapa Orang Eropa Gila Black Pudding?

  1. Gizi luar biasa
    • Kaya zat besi heme (paling mudah diserap tubuh) → bagus buat anemia
    • Protein tinggi, rendah karbohidrat
    • Vitamin B12, zinc, dan selenium melimpah
  2. Zero waste philosophy Sejak abad pertengahan, petani Eropa memanfaatkan SEMUA bagian babi setelah disembelih. Darah dibuang = dosa besar.
  3. Rasa yang adiktif Orang yang sudah pernah coba biasanya bilang: “Awalnya takut, abis itu nagih.” Goreng sampai kulitnya renyah, dalamnya lembut creamy… susah berhenti.

Black Pudding di Berbagai Negara

  • Inggris: tebal, padat oatmeal, sering digoreng tipis
  • Irlandia: lebih lembut, bumbu lebih ringan, dimakan dengan white pudding (versi tanpa darah)
  • Spanyol: morcilla – ada yang manis (dengan kismis & kacang pinus), ada yang pedas (dengan paprika)
  • Prancis: boudin noir – halus seperti pâté, disajikan restoran bintang Michelin
  • Jerman/Austria: blutwurst – sering dicampur potongan daging besar
  • Asia: kita punya versi sendiri! Dinamakan “darah goreng” atau “babat darah” di warung soto

Cara Menikmati Biar Tidak Trauma

  1. Jangan makan mentah-mentah (banyak yang dijual setengah matang). Goreng sampai kulitnya kering & berbunyi “kress kress”.
  2. Pasangkan dengan yang manis: apel goreng, saus karamel, atau bawang karamel.
  3. Kalau masih takut, coba dulu versi Spanyol morcilla de Burgos yang manis – rasanya mirip kue darah (tapi enak beneran).
  • Kota Bury di Inggris mengadakan World Black Pudding Throwing Championship setiap tahun (lempar black pudding ke boneka Yorkshire pudding setinggi 7 meter – tradisi aneh sejak abad ke-15).
  • Black pudding dilarang dibawa ke pesawat di beberapa negara… karena dianggap “cairan” (darah!).

Jadi, lain kali kamu ke Inggris dan ditawari “slice of black pudding” di breakfast, jangan langsung bilang “astaghfirullah”. Coba satu suap dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *