Escargots, Keistimewaan Kuliner Prancis dari Siput yang Menggugah Selera

Escargots, Keistimewaan Kuliner Prancis dari Siput yang Menggugah Selera
  • PublishedSeptember 5, 2026

perjalanan.id – Escargots adalah hidangan khas Prancis yang menggunakan daging siput darat (land snail) sebagai bahan utamanya. Meski sekilas terdengar aneh bagi sebagian orang, masakan ini telah menjadi simbol gastronomi Prancis yang elegan dan digemari di seluruh dunia. Kata “escargot” sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti “siput”.

Sejarah Escargots

Konsumsi siput sudah ada sejak zaman prasejarah. Temuan arkeologi menunjukkan manusia memakan siput sejak puluhan ribu tahun lalu. Bangsa Romawi kuno sangat menyukai siput dan bahkan membudidayakannya di peternakan khusus yang disebut cochlearia. Mereka menggemukkan siput dengan tepung dan susu.

Di Prancis, resep siput sudah tercatat sejak abad ke-14. Namun popularitasnya melonjak pada tahun 1814. Saat itu, diplomat Prancis Charles-Maurice de Talleyrand memerintahkan chef legendaris Marie-Antoine Carême menyajikan siput untuk Tsar Alexander I dari Rusia. Hidangan itu disiapkan dengan mentega, bawang putih, dan peterseli. Tsar sangat menyukainya, dan sejak saat itu escargots à la bourguignonne menjadi klasik yang mendunia.

Jenis Siput yang Digunakan

Tidak semua siput bisa dijadikan escargots. Tiga jenis utama yang paling dihargai adalah:

  • Helix pomatia (Escargot de Bourgogne atau Burgundy snail) — dianggap yang terbaik dan terbesar.
  • Cornu aspersum (Petit-gris) — lebih kecil dan umum ditemukan.
  • Helix lucorum (Turkish snail).

Saat ini, sebagian besar escargots di Prancis berasal dari peternakan (heliciculture) atau impor, karena permintaan sangat tinggi (sekitar 15.000–40.000 ton per tahun).

Cara Memasak Escargots

Persiapan escargots membutuhkan ketelitian. Siput hidup biasanya dipuasakan (purged) selama beberapa hari agar isi perutnya bersih. Setelah dibersihkan dan direbus, dagingnya dikeluarkan dari cangkang, lalu dimasak.

Resep paling klasik adalah Escargots à la Bourguignonne:

  1. Daging siput dimasukkan kembali ke dalam cangkangnya.
  2. Diisi dengan beurre d’escargot (mentega yang dicampur bawang putih, peterseli, sedikit bawang merah, garam, dan merica).
  3. Dipanggang di oven hingga mentega berbuih dan harum.
  4. Disajikan panas dengan roti baguette untuk menyerap sisa mentega.

Selain itu, escargots juga bisa digoreng, dimasak dengan wine, atau dijadikan isian pasta dan pizza modern.

Rasa dan Tekstur

Banyak orang yang mencoba pertama kali terkejut. Teksturnya kenyal-lembut, mirip jamur atau kerang, dengan rasa earthy (tanah) yang gurih. Aroma bawang putih dan mentega mendominasi, sehingga rasa “siput” aslinya tidak terlalu menonjol. Jika dimasak dengan baik, tidak ada rasa berlendir sama sekali.

Kandungan Gizi

Escargots relatif sehat:

  • Tinggi protein (sekitar 16 gram per 100 gram)
  • Rendah lemak dan kalori
  • Kaya magnesium, zat besi, selenium, fosfor, dan vitamin B12
  • Baik untuk kesehatan otot, tulang, dan sistem imun

Namun, karena biasanya disajikan dengan mentega berlimpah, kandungan kalori dan lemak bisa meningkat signifikan.

Cara Menikmati Escargots

Di restoran Prancis, escargots biasanya disajikan sebagai appetizer dengan peralatan khusus: penjepit cangkang dan garpu kecil berujung dua. Makanlah langsung dari cangkang sambil menikmati roti yang dicelupkan ke dalam mentega bawang putih.

Escargots bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari budaya dan sejarah kuliner Prancis yang kaya. Bagi yang berani mencoba, pengalaman mencicipi hidangan ini sering kali mengubah pandangan tentang apa yang “lezat”. Jika berkunjung ke Prancis atau restoran Prancis, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan klasik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *