Solo Travel Bukan Berarti Sendirian, 9 Kali Saya Justru Mendapat Teman Baru di Perjalanan
perjalanan.id – Banyak orang mengira solo travel berarti pergi sendirian sepanjang perjalanan. Padahal, justru sebaliknya. Saya yang dulu pemalu dan jarang berinteraksi, kini sudah melakukan solo travel puluhan kali ke berbagai destinasi di Indonesia dan luar negeri. Hasilnya? Saya justru sering pulang dengan teman baru yang luar biasa. Berikut 9 pengalaman nyata di mana solo travel membuka pintu pertemanan yang tak terduga.
1. Di Kereta Malam Menuju Yogyakarta
Saya naik kereta ekonomi malam sendirian. Di sebelah saya duduk seorang backpacker asal Bandung. Kami mengobrol tentang rencana itinerary, lalu berakhir bertukar nomor dan jalan-jalan bersama selama 3 hari di Jogja. Hingga kini kami masih saling mengabari.
2. Hostel di Ubud, Bali
Di common area hostel, saya duduk sendirian sambil membaca buku. Seorang traveler asal Malaysia menyapa karena tertarik dengan buku yang saya baca. Malam itu kami berempat (bertambah dua orang lagi) makan malam bersama dan akhirnya ikut kelas yoga pagi harinya.
3. Trekking di Rinjani
Sendirian di jalur pendakian, saya bergabung dengan grup kecil yang kebetulan istirahat di pos yang sama. Dari situ saya mendapat teman baru dari Jakarta dan Surabaya. Kami menyelesaikan pendakian bersama dan masih rutin bertemu untuk hiking di Gunung lain.
4. Di Pasar Malam Luang Prabang, Laos
Sambil mencicipi street food, seorang gadis asal Thailand mengajak ngobrol karena penasaran dengan bahasa Indonesia saya. Kami akhirnya jalan-jalan ke Kuang Si Waterfall bersama keesokan harinya.
5. Cafe di Canggu, Bali
Saya bekerja remote di sebuah cafe. Seorang digital nomad asal Jerman menyapa karena melihat saya menggunakan laptop. Obrolan singkat berujung pada kolaborasi foto dan makan malam bersama komunitas expat.
6. Bus dari Hanoi ke Halong Bay
Di bus malam, saya duduk di samping seorang mahasiswa asal Korea Selatan. Kami bertukar cerita perjalanan dan akhirnya menghabiskan dua hari menjelajahi Halong Bay bersama.
7. Di Pantai Derawan, Kalimantan
Saat snorkeling sendirian, saya bertemu dengan kelompok diver lokal. Mereka mengajak saya ikut trip island hopping ke Pulau Sangalaki. Pengalaman tak terlupakan.
8. Kereta Api Trans-Siberia (pengalaman impian)
Meski hanya segmen pendek, saya bertemu dengan petualang asal Rusia dan Belanda. Kami bertukar makanan, cerita, dan foto hingga turun di stasiun berikutnya.
9. Di Bandara Incheon, Korea Selatan
Menunggu transit panjang, saya mengobrol dengan seorang ibu asal Medan yang juga solo travel. Kami berbagi tips dan akhirnya bertemu lagi di Jakarta untuk ngopi bareng.
Mengapa Solo Travel Justru Memudahkan Berteman?
- Orang lebih mudah mendekati orang yang sendirian.
- Tidak ada “kelompok” yang membuat orang lain ragu bergabung.
- Anda lebih terbuka dan peka terhadap kesempatan bertemu orang baru.
- Common area di hostel, tur kelompok kecil, dan aktivitas outdoor sangat mendukung.
Tips Mendapat Teman Baru Saat Solo Travel
- Pilih hostel dengan common area yang ramai.
- Senyum dan beri eye contact.
- Bawa buku atau gadget yang bisa memicu obrolan.
- Ikut free walking tour atau acara hostel.
- Katakan “saya solo traveler” — biasanya langsung disambut hangat.
- Bergabung dengan grup Facebook atau komunitas solo traveler.
Solo travel bukan berarti kesepian. Justru sering kali menjadi cara paling efektif untuk bertemu orang-orang hebat dari berbagai latar belakang. Dari 9 pengalaman di atas, saya belajar bahwa keberanian untuk pergi sendirian justru membuka banyak pintu pertemanan yang bermakna.