LuminAID, Lampu Solar Inflatable yang Ringan dan Multifungsi untuk Para Traveler

perjalanan.id – LuminAID adalah lampu inovatif berbasis tenaga surya yang dirancang bisa dilipat datar dan kemudian ditiup seperti balon untuk menghasilkan cahaya seperti lentera. Teknologi ini, dikembangkan oleh Anna Stork dan Andrea Sreshta di Columbia Graduate School of Architecture, pertama kali diperkenalkan sebagai solusi penerangan darurat setelah gempa Haiti tahun 2010, dan kini juga populer sebagai aksesori praktis bagi pelancong modern.
Lampu ini memiliki panel surya, baterai isi ulang, dan LED—mampu menyala hingga 8 jam dengan 35 lumen atau 16 jam dengan 20 lumen setelah terisi penuh. Beberapa versi terbaru bahkan bisa berfungsi sebagai pengisi daya ponsel melalui port USB, menjadikannya sangat berguna pada situasi lapangan tanpa aliran listrik.
Keunggulan LuminAID terletak pada desainnya yang ringan, tahan air, dan mampu mengapung jika digunakan di atas air—sempurna untuk camping, hiking, atau keadaan darurat. Beberapa model tahan air dengan peringkat IP67 dan bagian luar yang fleksibel memungkinkan pengguna memakainya sebagai gantungan di dalam tenda atau diikat di tas perjalanan.
Pengalaman pengguna juga positif: satu penggemar bercerita bahwa hanya dalam 3 jam paparan sinar matahari, lampu ini bisa menyala 4 jam di mode terang, dan bisa melayang saat digunakan di atas air seperti saat berperahu kano—efektif dan fungsional dalam situasi outdoor. Komunitas online juga merekomendasikan LuminAID sebagai lampu portabel yang andal dan ringan dalam peralatan traveling.
Secara keseluruhan, LuminAID bukan sekadar lampu; ia merupakan alat multifungsi esensial untuk wisatawan modern yang membutuhkan penerangan, mobilitas, dan daya cadangan baterai dalam satu perangkat ringkas. Cocok untuk mereka yang menghargai gaya hidup minimalis, fungsional, dan ramah lingkungan saat menjelajah dunia.