Cara Menghemat Baterai Smartphone Saat Jadi Backpacker

perjalanan.id – Sebagai seorang backpacker, smartphone adalah alat vital untuk navigasi, komunikasi, dan dokumentasi. Namun, di tengah perjalanan dengan akses listrik terbatas, baterai yang cepat habis bisa jadi masalah besar. Berdasarkan pengalaman pribadi dan saran dari komunitas traveler, berikut adalah cara menghemat baterai smartphone agar tetap fungsional selama petualangan Anda.
Pertama, aktifkan mode hemat daya. Hampir semua smartphone modern memiliki fitur ini, yang membatasi aktivitas latar belakang dan mengurangi kecerahan layar. Saat saya backpacking ke Gunung Prau, mode ini membuat baterai bertahan hingga dua hari meski hanya terisi 50%. Menurut ahli teknologi, fitur ini bisa menghemat hingga 30% daya.
Kedua, matikan fitur yang tidak perlu. Saya belajar dari perjalanan ke Flores untuk mematikan data seluler, Wi-Fi, dan Bluetooth saat tidak digunakan. GPS juga sebaiknya hanya dinyalakan saat membuka peta, karena aplikasi navigasi seperti Google Maps sangat boros baterai. Alternatifnya, unduh peta offline sebelum berangkat—praktis dan hemat daya.
Ketiga, kurangi penggunaan layar. Kecerahan layar adalah penyumbang utama konsumsi baterai. Saya biasanya mengatur kecerahan ke level minimum atau menggunakan mode otomatis. Hindari juga menonton video atau bermain game berat saat di perjalanan jauh. Pengalaman membuktikan, layar redup membuat baterai jauh lebih awet.
Terakhir, bawa power bank berkapasitas besar sebagai cadangan. Pilih yang ringkas namun andal, seperti kapasitas 10.000 mAh, yang cukup untuk dua kali pengisian penuh. Saya selalu membawanya saat menjelajah tempat terpencil seperti Pulau Komodo.
Dengan langkah sederhana ini, smartphone Anda akan tetap hidup sepanjang perjalanan. Hemat baterai, hemat stres—dan nikmati petualangan tanpa khawatir kehabisan daya!